Senin, 21 Mei 2012

Berita Terkini Mengenai Keadaan Gunung Merapi di Indonesia

Gunung Merapi kembali meletus, Jumat 5 November 2010 dini hari tadi. Letusan ini lebih dahsyat dari letusan pertama Selasa 26 Oktober 2010 lalu. Senasib dengan Kinahrejo, sebagian dusun di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman hangus diterjang awan panas 'wedhus gembel'. Ini luar biasa, sebab, jarak desa itu dari puncak Merapi sekitar 15 kilometer.'

Argomulyo yang biasanya dikategorikan aman, justru jadi lokasi terparah. Korban tewas kebanyakan berasal dari sana. Saksi mata, Hermanto menduga, korban akan bertambah. Sebab, diduga masih ada warga yang terjebak di sana. Diceritakan Hermanto, saat letusan terjadi, belum semua warga Argomulyo dievakuasi.

"Saat itu, masih ada warga yang sedang dievakuasi, ada juga yang di dalam rumah. Sementara yang lainnya ronda," kata dia ditemui di RS Sardjito, Yogyakarta, Jumat 5 November 2010.

Kasi pelayanan umum Kecamatan Cangkringan ini mengatakan, saat kejadian, dentuman keras tiba-tiba terdengar. Awan panas lalu meluncur dengan cepat.

"Warga sama sekali tak menyangka, karena posisi Argomulyo relatif di bawah," tambah dia. Namun, lokasi Argomulyo dekat dengan tepian Sungai Gendol. "Sungai Gendol adalah aliran awan panas," kata dia. Ditambahkan Hermanto, evakuasi yang dilakukan kembali tadi pagi menemui kendala. "Sekitar pukul 06.00 awan panas meluncur lagi,"

Dihubungi terpisah, Komandan lapangan tim SAR Merapi, Suseno mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran di lokasi terkena awan panas. Kata dia, yang terparah justru wilayah yang lebih bawah di tepian Sungai Gendol. "Untuk warga yang di atas lereng sudah dievakuasi,"

Saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran. "Saya belum bisa menggambarkan seperti apa situasi di sini, tapi yang jelas, kami prioritaskan mengevakuasi korban yang selamat,"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar